TAMPAH adalah alat untuk menampi atau membersihkan beras. Nama dan bentuknya beragam, ada yang bundar, ada yang seperti sekop, ada yang ceper, ada yang tepiannya tebal. Biasanya dibuat dari bambu atau daun-daun yang tebal, seperti daun Gewang di pulau Timor. Perempuan biasanya menggunakan ini untuk membersihkan beras dan bahan pangan lainnya. Caranya? Ditampi, dengan menggoyangnya ke atas dan ke bawah, atau ke samping kanan dan kiri, sehingga kotoran padi yang biasanya lebih ringan menjadi beterbangan, atau mengumpul, terpisah dari beras, dengan begitu beras bisa dibersihkan dari kotoran. Inilah filosofi TAMPAH. TKPT memilih dan menyusun beberapa produk literasi untuk disajikan, dianalisis dengan pendekatan “Ekofeminis Tanah Air” untuk membantu melihat lebih kritis, berpihak pada rakyat dan alam.

TAMPAH adalah buletin dan editorial yang berisi catatan kritis terhadap pemberitaan media, laporan, jurnal dan produk literasi terpilih tentang krisis sosial ekologis akibat pertambangan serta produk turunannya, bersama usaha-usaha rakyat, terutama perempuan untuk melawan dan memulihkan (resist and heal) ruang penghidupan. Tiap bulan, TAMPAH menyajikan 3-4 buletin dan satu editorial.

Tim Redaksi: Meike Inda Erlina (Bengkulu), Siti Maimunah (Passau) & Sarah Agustiorini (Samarinda).
Redaksi Tamu (Sept. – Des. 2021): Teddy dań Kurnia (UP, Jakarta)

Editorial

‘Wong Cubung’ Melawan Oligarki Tambang

‘Wong Cubung’ Melawan Oligarki Tambang

Edisi | I September 2021

Gugatan Wadon Wadas, Purworejo, Jawa Tengah yang dilayangkan pada 16 Juli 2021 silam kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo atas penolakan penambangan quarry batuan andesit dan pembangunan bendungan bener, telah ditolak berdasarkan putusan hakim PTUN Semarang pada 30 Agustus 2021.

Wadas Terancam, Perempuan Melawan

Wadas Terancam, Perempuan Melawan

Edisi | I September 2021

Gugatan Wadon Wadas, Purworejo, Jawa Tengah yang dilayangkan pada 16 Juli 2021 silam kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo atas penolakan penambangan quarry batuan andesit dan pembangunan bendungan bener, telah ditolak berdasarkan putusan hakim PTUN Semarang pada 30 Agustus 2021.

Buletin

Sangihe Dirusak, Pemerintah Digugat

Sangihe Dirusak, Pemerintah Digugat

Edisi | 21 September 2021

Daya Rusak Proyek Ekstraksi, Tambang rusak lingkungan, ongkosnya tak sebanding dengan keuntungannya. Perusahaan tambang mengancam kegiatan warga mengolah hasil alam yang berkelanjutan. Tambang emas mengancam habitat Seriwang Sangihe. Cyanide Heap Leaching metode ekstraksi emas hasilkan limbah beracun.

Pulau Jawa Ditambang, Rakyat Meradang

Pulau Jawa Ditambang, Rakyat Meradang

Edisi | 22 September 2021

Kulon Progo, pusat penghasil cabai justru akan ditambang pasir besi. Tambang emas beresiko rusak pasokan  air warga Trenggalek. Jember darurat agraria, tambang hadir akan rusak budaya pertanian masyarakat. Tak cukup membongkar gunung dan mencemari sungai, smelter Freeport di kawasan JIIPE Gresik minta tambahan insentif.

Timah Bangka dan Nasib Nelayan 

Timah Bangka dan Nasib Nelayan 

Edisi | 04 September 2021

Tambang timah rusak sumber air masyarakat Nibung. Lubang bekas tambang ilegal tidak direklamasi.
Penambangan timah ilegal merusak kawasan hutan bakau. Tambang timah bikin siput Gonggong khas Bangka sulit dicari. Baca lebih lanjut

Batu Bara dan Ruang Hidup Kalteng

Batu Bara dan Ruang Hidup Kalteng

Edisi | 21 September 2021

Tak berikan dampak positif, tambang justru berikan lubang yang tak di reklamasi.
Jalan di kecamatan Teweh rusak, akibat truk muatan berlebih isi kayu log dan batu bara.
Tambang batu bara di Kalimantan Tengah sebabkan banjir.
Lahan konservasi di Kalimantan Tengah dirusak tambang rakyat ilegal.

Wadas Bergerak Tolak Tambang

Wadas Bergerak Tolak Tambang

Edisi | 08 September 2021

Proyek tambang quarry batuan andesit potensial merusak sumber air di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. Potensial merusak ekosistem bambu dan simbol alam Wadas, perempuan tolak tambang quarry. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak gubris tuntutan warga Wadas hentikan proyek bendungan tambang quarry yang mengancam mata pencaharian warga dan rusak alam.