Orang di kampung memanggilnya Mama Jor. Namanya Da, ia berasal dari Surabaya. Pertemuan pertama kami adalah saat saya singgah di rumahnya untuk menunggu Om Tu memperbaiki motornya. Mbak Da menyambut saya dengan ramah. “Senang ketemu dengan sesama orang Jawa,” katanya. Dia mengaku syok tinggal di kampung, tanpa listrik, tanpa
kompor, jauh dari kota, dan susah sinyal.

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.

Comments

comments