Tulisan oleh Yuliana Martha Tresia
Penyunting: Alwiya Shahbanu
Mitra Bestari (Peer Review): Fuadilla Alchumaira

Film ini berkisah tentang Nausicaa, putri dari Kerajaan Lembah Angin yang berupaya keras untuk mencari solusi krisis lingkungan yang melanda bumi sedemikian parahnya. Seribu tahun telah berlalu setelah sebuah tragedi yang menghabiskan populasi manusia dan menciptakan Hutan Beracun. Seperti namanya, hutan itu mengeluarkan racun mematikan bagi manusia dan dihuni oleh serangga-serangga raksasa—salah satunya adalah Ohmn. Nausicaa mencari segala cara untuk mengobservasi dan memahami keberadaan Hutan Beracun dan para serangga raksasa yang sangat sensitif terhadap manusia.

Perjalanan Nausicaa ternyata panjang. Ia harus berurusan pula dengan Kerajaan Tolmekia dan tentaranya ingin menjajah, menaklukkan alam, dan kerajaan lain. Ada juga Kerajaan Pejite yang berusaha bertahan di tengah segala kerusuhan, tetapi dengan cara yang belum menjawab kebutuhan.

Nausicaa berkenalan dengan Asbel, seorang pilot laki-laki, pejuang dari Kerajaan Pejite. Sama seperti yang lainnya, Asbel tidak memahami misteri para serangga dan Hutan Beracun. Namun bersama Nausicaa, Asbel mulai perlahan memahami setelah tak sengaja menemukan fakta bahwa Hutan Beracun sebenarnya justru adalah pusat yang menopang kehidupan—di kedalaman tanahnya, segala racun didaur ulang menjadi udara dan air bersih yang bisa dikonsumsi manusia. Begitu pula para serangga raksasa yang dalam siklus kehidupannya berada dalam rantai simbiosis mutualistik dengan manusia.

Nausicaa dan Asbel berusaha meyakinkan semua orang dari kerajaan yang tersisa mengenai realita yang baru mereka ketahui ini. Solusi bagi manusia untuk bertahan hidup bukan dengan menghancurkan Hutan Beracun dan membunuh para serangga raksasa—tapi justru hidup berdampingan, menjaga mereka tetap lestari. Bagaimanapun, manusia adalah awal mula penyebab segala kerusakan alam yang ada.

Dalam kepercayaan penduduk Kerajaan Lembah Angin, ada nubuat mengenai seorang penyelamat yang berjubah biru dan turun di padang berwarna emas. Dalam perjuangannya yang sampai bertaruh nyawa demi mencari jawaban untuk menyelamatkan semua makhluk di bumi dari kerusakan alam—Nausicaa, ternyata adalah sosok yang menggenapi nubuat itu.

Sumber Rujukan Pustaka :
Film Nausicaa of The Valley of The Wind (1984)
Sutradara : Hayao Miyazaki
Produksi : Studio Ghibli, Jepang & WWF
Durasi film : 117 menit

Comments

comments