Sajogyo Institute akan meluncurkan lima buku dan satu film serial perempuan pejuang tanah air pada Jambore Perempuan Pejuang Tanah Air di Pesantren Ath Thaariq, Garut, Jawa Barat 14-16 Juli 2017. Beberapa buku tersebut karya perempuan penerima Beasiswa Studi Agraria dan Pemberdayaan Perempuan (SAPP) yang diberikan Sajogyo Institute di awal 2016.

SAPP tersebut diluncurkan karena melihat situasi krisis sosial-ekologi di kampung-kampung yang makin memburuk. Perempuan dan laki-laki di kampung banyak yang berhadapan dengan perampasan lahan dan pemiskinan akibat reorganisasi ruang menjadi kebun sawit, pertambangan, hak penguasaan hutan, hutan tanaman industri, dan cetak sawah. Mereka menjadi korban perusahaan bersama para politisi, militer, polisi dan preman.

Buku dan film ini akan diberikan cuma-cuma bagi peserta Jambore. Tujuannya, untuk membagi pengetahuan kepada perempuan lain mengenai krisis sosial-ekologis. Berikut ini buku dan film tersebut:

1) Berjuang Mengubah Nasib : Bunga Rampai Kampung Halaman, Lingkar Belajar dan Perempuan
Buku ini bertutur singkat tentang situasi krisis sosial ekologis yang dialami 11 desa dan tentang 22 perempuan kampung yang berjuang menghadapi krisis. Empat desa tersebut berada di pulau Sumatera, 3 desa di pulau Kalimantan, 2 desa di Sulawesi Tengah dan sisanya di Jawa Barat.

2) Potret Agraria Perempuan
Berisi 50 buah foto bernarasi yang berkisah tentang situasi perempuan dalam isu-isu agraria. Foto yang mempercakapkan keseharian perempuan hingga ekspresi kapital terhadap tubuh perempuan.

3) Perempuan dalam Perjuangan Agraria
Buku ini merupakan hasil dari proses belajar bulanan penerima SAPP sepanjang 2016-2017. Mereka membaca, membuat review dan mendiskusikan lebih dari 28 buku, makalah, jurnal dan artikel terpilih bertema perempuan dan agraria.

4) Panorama Agraria Perempuan
Buku foto tentang apa dan bagaimana situasi perempuan dalam isu agraria di 15 desa pada 13 kabupaten di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Timor. Menggambarkan isu agraria perempuan menghadapi problem berlapis dari ketubuhannya sebagai perempuan, perannya dalam keluarga dan komunitas, hingga saat berhadapan dengan penguasa dan korporasi.

5) Perempuan Merayakan Perjuangan Tanah Air
Buku ini berisi tentang tujuan dan kegiatan yang menjadi panduan peserta selama Jambore.

6) Tutur Perempuan Pejuang Tanah Air
Film berdurasi 15.55 menit ini karya Yuslam Fikri Anshari, yang bercerita “Bagaimana Lima Perempuan Memperjuangkan Tanah Airnya?

(TIM)

Comments

comments