Menganyam bukan hanya tentang ekonomi alternatif tetapi lebih dari itu, lebih spiritual. Dahulu, menganyam merupakan sebuah budaya sebagai penanda kedewasaan seorang perempuan yang akan menikah. Setiap gadis yang akan menikah harus menguasai seni anyaman minimal satu jenis. Hal ini dimaksudkan sebagai bekal bagi anak perempuan untuk menjalani rumah tangga nantinya. Karena menjalani sebuah pernikahan/hidup berumahtangga sama rumitnya dengan menganyam yang tentu saja selain itu juga terkandung makna ekonomis sebagai keterampilan yang sewaktu – waktu bisa dipergunakan.

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.

 

Comments

comments