Hampir sebagian besar para perempuan di desa Potai bekerja di ladang, menoreh karet,
mansai1 dan mengurus rumah tangga seperti mencuci atau memasak. Waktu yang mereka
miliki biasanya pada malam hari setelah berhuma2 yang nantinya karena faktor kelelahan
akan tidur lebih awal. Itu sebabnya kegiatan – kegiatan yang melibatkan warga disini atau
para ibu sering dilakukan pada hari minggu seperti ibadah dan lainnya.

Selain itu jika dilihat secara sepintas, secara tidak langsung para perempuan di desa
Nanga Potai terpecah – belah dalam beberapa kelompok yang berdasarkan pada kedekatan
antar rumah, hubungan saudara, atau hal – hal yang lebih spesifik, bahkan misalnya sikap
pro/kontra terhadap kepala desa.

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.

Comments

comments