“ Jilbab “ adalah pembeda antara perempuan merdeka dan budak pada masa dulu, bukankah ini sungguh luar biasa, bahwa “ Jilbab “ adalah identitas pembebas? Saya percaya bahwa “ Jilbab “ sebagai pembatas dan pembebas memiliki dimensi yang mestinya jauh lebih personal, ia bukan milik penguasa, komunitas maupun negara, ia juga bukan milik Ayah, suami maupun saudara laki-laki, ia adalah dimensi antara sang perempuan dan sang pencipta, sebelum kemudian dia menjadi sangat moderen dengan berbagai macam bentuk, motif bahkan sebutan mulai dari jilbab, kerudung bahkan sekarang lebih nge-trend dengan sebutan hijab, sebelum akhirnya menjadi kontestasi di ranah publik.

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.

Comments

comments