Kampung Tenun Dikepung

‘Hati-Hati kak Kalau kesana, Mereka suka nyantet’, Balasan SMS Nov, Remaja putri di Liang Buaya yang sering bertandang ke rumahku. Saya sampaikan padanya, bahwa saya ingin pergi ke Kampung Menamang Kiri, sebuah kampung dengan sejarah konsesi HPH dan HTI yang cukup...

Titik Balik

Membicarakan, merasakan, menyentuh, bahkan mengunyah semua tanda krisis sosialekologi hampir saya lalui setiap hari di Kampung ini dalam kurun waktu satu tahun. Narasi demi narasi, tuturan demi tuturan, semua kait kelindan kerumitan, saya telanjangi di setiap catatan...

Lagi, Liang Buaya

Sudah enam bulan tanpa terasa saya sudah bermukim di rumah rakit milik pak Wan dan Ibu Ju, mereka seperti keluarga baru yang sangat menyayangi dan mengasihi saya seperti anak kandung sendiri. Saya memang tidak lagi dianggap sebagai orang lain, ‘Dia anak tertuaku’...

Perempuan Membalik Krisis

Keberadaan saya di kampung diharapkan dapat mendorong terbukanya akses bagi kepemipinan perempuan untuk membalikkan dan atau memulihkan krisis sosial-ekologi. Salah satu misi yang harus dikerjakan adalah dengan membentuk dan memfasilitasi kelompok belajar perempuan....

Peradaban Sungai

Catatan ini seharusnya sudah usai semenjak beberapa bulan yang lalu. Saat saya kembali ke kampung di bulan Agustus 2016. Saya ragu pada awalnya ingin membangun catatan mengenai kehidupan sungai dari kacamata kampung ini, bersebab keterbatasan sumber-sumber bacaan...

Perjumpaan

Saya benar-benar gembira ketika mendapat kabar bahwa dua orang guru saya: Siti Maimunah dan Hendro Sangkoyo- saya kerap memanggilnya Pak Yoyo- akan berkunjung kekampung Liang Buaya. Saya berharap bahwa kunjungan ini akan membantu saya membaca temuan lapangan secara...

Plasma Tanpa Inti, Sebuah Anomali

Plasma tanpa inti. Begitu yang Mas Bay ceritakan kepada saya ketika kami berdiskusi tentang Muara Kaman dan Konsesi Sawit yang mengelilinginya. Saya tidak memahami secara menyeluruh apa yang dimaksud dengan Plasma tanpa inti. Bukankah Kebun plasma adalah representatif...

Dahulu Kala, Konon . . .

Catatan ke sembilan, artinya sudah hampir lima bulan aku hadir secara utuh di Kampung. Cara pandangku sedikit banyak berbenah: Tidak ada yang begitu hitam dan begitu putih di kampung. Jika pada awalnya, aku masih terjebak dalam sudut pandang biner, bahwa hanya ada dua...