Terik matahari menghantam sekujur tubuhku. Suhu panas meninggi terkontaminasi oleh polusi di tengah kota. Siang itu, Samarinda dengan ragam aktivitas manusia, terekam melalui perjalanan saya menuju kediaman Ibu Rhw di Kelurahan Sempaja Timur, yang merupakan salah satu kawasan kaplingan tambang batu bara, dan belakangan menjadi malapetaka bagi masyarakat. Malapetaka itu ditandai dengan lubang tambang maut yang berhasil merenggut 20 nyawa. Kebanyakan korbannya adalah anak tidak berdosa. Lubang maut tersebut tersebar dibeberapa tempat. Jumlahnya terus bertambah, dan saat ini telah mencapai 232 lubang di Kalimantan Timur. Seperti daerah urban pada umumnya, Samarinda adalah ibu kota provinsi yang sedang bergulat dengan wacana pembangunan kota. Gedung-gedung menjulang tinggi terbangun atas dorongan modal besar yang juga menjadi program pemerintah dengan membuka jalur kerjasama dengan swasta. Kini, Samarinda dikepung oleh banyak perusahaan tambang

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.

Comments

comments