Kali ini, saya akan bercerita tentang krisis sosial ekologis di sebuah kecamatan diSamarinda, yang merupakan sejarah awal pertambangan batu bara di Kalimantan Timur, yaitu di Kecamatan Palaran. Wilayah ini merupakan situs sejarah penting sebagai penanda hadirnya industri pertambangan di Kalimantan Timur untuk pertama kalinya pada masa kolonial Belanda. Sampai 2016, sudah terdapat 16 korban mati tenggelam di lubang bekas tambang, dan 5 diantaranya berada di Palaran.

Protected Area

This content is password-protected. Please verify with a password to unlock the content.