Dunia Kita Multispesies

IG Live Seri Kedua #30HariLiterasiEkofeminis:
Kali ini kita akan berdiskusi tentang Dunia Kita yang Multispesies. Apa sih Multispesies itu? Dan mengapa penting mempercakapkannya? Kita akan bongkar sama-sama sesat pikir yang mewarnai pandangan superioritas manusia atas makhluk lain di bumi. Yes, hoomans, you are not the center of the universe!

Yuk ngobrol ama para perempuan keren ifah @cremesunny dan Citra @citsy_ dari Sekolah Literasi Ekofeminis bersama moderator yang juga salah satu penutur dalam film Tanah Ibu Kami @wiiiiza

Dimana pun kekuatan penghancur berusaha menebang pohon, mencemari udara dan air kita, dan mengoyak tanah untuk mendapatkan mineral, perempuan telah memimpin perlawanan. Di kota dan masyarakat, perempuan telah memperjuangkan air bersih, udara, dan tanah untuk kehidupan keluarga mereka.

Apa yang terjadi jika menambang wilayah resapan air? Daerah Sanga-Sanga di Kalimantan Timur mengalami kebangkrutan ekologis akibat ditambang 13 perusahaan batubara. Warganya mengalami krisis air bersih, kesulitan bertani, lahannya kerap longsor saat musim hujan. Lubang tambang yang ditelantarkan mengancam nyawa penduduk sekitarnya. Di Kalimantan Timur, terdapat 1.735 lubang tambang batubara yang ditelantarkan, Sedikitnya 40 orang meninggal tenggelam di lubang tambang, mayoritas anak-anak (Jatam, 2021).

Mari Memperingati Hari Anti Tambang!

(Samarinda, 5 Juni 2021). Lima belas tahun sejak bencana lumpur Lapindo, dampak buruknya masih terus berlangsung. Alih-alih melakukan pemulihan terhadap kesehatan warga dan lingkungan, bencana ini dikemas Pemerintah dengan imaji sebagai spot wisata baru (1). Resep-resep lama pembangunan berbasis pertumbuhan ekonomi disertai “lepas tangan’ atas resiko bencana ini terus berulang di seantero nusantara lewat berbagai proyek ekonomi skala besar berbasis ekstraksi alam. Berlanjut lewat disahkannya Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) tahun lalu, menegaskan pengurus negara, baik pemerintah maupun wakil rakyat menjadi institusi yang memproduksi kekerasan tarhadap warga dan lingkungannya (2).

PT Freeport Indonesia sudah lebih setengah abad menambang emas Papua. Namun provinsi Papua jadi daerah termiskin di Indonesia, tingkat kemiskinan mencapai 35,69% (BPS, 2019). Perusahaan membuang limbahnya ke sungai yang dampaknya meluas hingga ke 23 kampung di 3 distrik Mimika dan menyebabkan 3.500 masyarakat terisolir akibat pendangkalan sungai dan kesulitan melakukan transportasi air mengunakan perahu. Pada 2017, LEPEMAWIL menemukan seluruh penduduk di kampung Pasir Hitam mengungsi akibat dikepung limbah. Kematian masal ikan terjadi hingga 4 kali, belum lagi pohon mengering, gangguan kesehatan warga seperti gatal-gatal serta gangguan pernapasan.

Mari Memperingati Hari Anti Tambang!

 

Terkini

UNDANGAN

UNDANGAN

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”

read more
Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021

Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”

read more
Sebuah Minifesto untuk Tak-Mendisiplinkan Politik Ekologi

Sebuah Minifesto untuk Tak-Mendisiplinkan Politik Ekologi

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini. Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas daripada membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”

read more

Jejaring Belajar

Beasiswa Studi Agrari dan Perempuan

Ruang Baca Puan

Pandu Tanah Air

Pustaka Protonema

Kutipan

Rangkuman

Anotasi

Gallery

Beasiswa Studi Agraria dan Perempuan

RubaPUAN 2020

Sekolah Literasi Ekofeminis 2021

Kutipan Protonema