Pelatihan Keamanan Digital Bagi Perempuan Aktivis Lingkungan

Di era digital, media sosial menjadi ruang yang paling intens untuk sarana berkomunikasi masyarakat termasuk oleh aktivis lingkungan. Jargon “media sosial dapat mendekatkan jarak yang jauh” menjadi relevan. Namun media sosial juga memiliki kelemahan, seperti potensi peretasan data yang berujung pada penyebarluasan informasi pribadi kepada pihak tertentu bahkan ke publik luas, kriminalisasi, korban penipuan dan lainnya. Peretasan ini bisa terjadi pada siapapun, diantaranya oleh Ravio Patra dan Denny Siregar.

Pada 22 April 2020, Ravio Patra ditangkap atas tuduhan provokasi kekerasan dan penjarahan nasional pada 30 April 2020 melalui pesan whatsapp. Dalam kasus Denny Siregar, ia mengalami doxing atau penyebarluasan informasi pribadi tanpa persetujuannya yang dilakukan akun twitter @opposite6891 pada 5 Juli 2020. Keduanya sangat vokal di sosial media menyampaikan kritik terhadap situasi sosial dan politik di Indonesia.

Selamatkan Air, Pulihkan Kehidupan Perempuan

Jakarta, 22 Maret 2021 – Memperingati hari air dunia, TKPT mendukung GAGGA (Global Alliance for Green and Gender Action) bersama perempuan di komunitas akar rumput dari Asia, Afrika dan  Amerika Latin menyerukan  penghentian perusakan sumber-sumber dan badan air serta menuntut pemulihan atas krisis air akibat aktivitas industri ekstraktif khususnya pertambangan dalam kampanye hari air “Kita, Perempuan adalah air”.

Mengapa “Kita, Perempuan adalah Air?” Keterbatasan perempuan dalam mengakses air diperparah dengan kegiatan perusahaan, pemerintah dan pemodal yang terlibat dalam industri esktraktif, melakukan solusi iklim yang salah dan agroindustri. Dalam proyek-proyek tersebut, hak asasi perempuan, komunitas lokal dan masyarakat adat seringkali dilanggar karena lemahnya proses konsultasi, pelibatan dan tidak diakuinya veto rakyat.

Kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” 2021

Pada Hari Perempuan Internasional (8 Maret) lalu, Global Alliance for Green and Gender Action (GAGGA) meluncurkan kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” untuk menyoroti  tuntutan dan aksi perempuan dalam memastikan ketahanan air menghadapi perubahan iklim.

Kami akan memposting satu atau dua cerita setiap hari melalui akun media sosial sampai pada Hari Air Sedunia (22 Maret), fokus pada komunitas yang didukung GAGGA di Afrika, Asia dan Amerika Latin yang mengalami kelangkaan air karena perubahan iklim. Meskipun cerita-cerita ini adalah contoh kecil, tapi mereka merefleksikan realitas yang terjadi di banyak komunitas di seluruh dunia.

Temu Perempuan Pejuang Tanah-Air:
Mencari Siasat dan Berjejaring untuk Self Care, Melawan dan Memulihkan Ruang Hidup di Sumatera

Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai diumumkan pada 2 Maret 2020 dan telah ditetapkan sebagai bencana nasional non-alam melalui Kepres 12/2020 pada 13 April 2020. Penyebaran virus ini menjadi titik berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah demi mengurangi laju penyebaran virus. Pandemic Covid-19 juga menyebabkan berbagai krisis baru dan memperparah krisis-krisis sebelumnya. Terutama di wilayah yang menjadi pusat industri dan ekstrativisme sumber daya alam seperti pertambangan yang sebelumnya telah kehilangan penyokong kehidupan seperti tanah, air dan udara bersih.

 

Tentang Tubuh Kedua (2))

Ra, aku membayangkan ceritamu tentang sungai Dulau dan riak-riaknya
Tentang hutan yang diubah jadi pohon-pohon kertas.
Tentang daun daunnya menjulur seperti kertas tissue
Tentang buahnya yang putih terang, menyengat gunungan bubur kertas
Ceritamu kulihat di toilet, kantor-kantor dan perpustakaan universitas

Le’, aku mengingat gambarmu tentang sungai Kapuas dan anak-anaknya
Tentang tanah retak mengganti perginya danau Semendut
Tentang empat desa yang kehilangan air, ditukar tumpukan limbah bouksit
Tentang pohon tengkawang yang tak lagi berbaris di sepanjang sungai

Terkini

Kampung Tenun Dikepung

‘Hati-Hati kak Kalau kesana, Mereka suka nyantet’, Balasan SMS Nov, Remaja putri di Liang Buaya yang sering bertandang ke rumahku. Saya sampaikan padanya, bahwa saya ingin pergi ke Kampung Menamang Kiri, sebuah kampung dengan sejarah konsesi HPH dan HTI yang cukup...

read more

Jejaring Belajar

Beasiswa Studi Agrari dan Perempuan

Ruang Baca Puan

Pandu Tanah Air

Pustaka Protonema

Kutipan

Rangkuman

Anotasi

Gallery

Beasiswa Studi Agraria dan Perempuan

RubaPUAN 2020

Sekolah Literasi Ekofeminis 2021

Kutipan Protonema