Pengalaman Memfasilitasi Kampung

Tak terasa kurang lebih 10 bulan saya berada di Desa Punan Dulau Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Sebagai fasilitator kampung tugas utama saya adalah untuk memfasilitasi para perempuan dalam memahami krisis sosial ekologis serta menemukan...

Kembali Ke Kampung

Dahulu, masyarakat Punan hidup di wilayah adat mereka di hulu Sungai Magong seluas 23.139 Ha. Pada saat itu masyarakat Punan hidup dengan berburu, meramu, berladang, menangkap ikan dan membuat perahu. Hidup mereka sangat sederhana tetapi tidak kekurangan apapun. Hutan...

Hanya Untuk Menghabiskan Uang

Belakangan ini, desa Punan Dulau diramaikan dengan pembangunan-pembangunan infrastruktur atau bukan infrastruktur yang tidak melihat manfaatnya bagi masyarakat. Pembangunan itu antara lain pembangunan jalan (semenisasi), pembangunan poskesdes (pos kesehatan desa),...

Sejarah Masuknya Agama di Punan Dulau

Setiap manusia memiliki agama/kepercayaan kepada Tuhan sejak manusia itu ada. tentu sebutan dari setiap agama itu berbeda-beda. Sebagian besar menyebut agama-agama yang diakui oleh negara adalah agama sah. Sedangkan penganut agama leluhur sering disebut animisme....

Penambang & Pemilik Lubang Tambang

Kehidupan orang Punan pasca pemindahan, menjadi sebuah tragedi kesengsaraan di setiap detik hidup yang mereka jalani. Jauh dari hutan wilayah adat yang selama ini menjadi sumber pemenuhan kebutuhan, kini sangat sulit diakses. Kegiatan berburu, berkebun, menangkap ikan...

Orang Punan & Roda Kehidupannya

Pada zaman dahulu sekelompok orang hidup di tengah hutan secara menyebar. Orangorang ini hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya baik dekat (di sekitar sungai yang sama) maupun jauh (ke sungai yang lain). Mereka mengenal nama-nama anak sungai...

Demi Si Biru & Si Merah

Tik..tik..tik..tik. Arah jarum jam terus saja berputar. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam selalu berganti. Panah jarum jam paling pendek diantara jarum jam lainnya pun segera mengarah ke angka lima. Sekitar pukul 05.00 WITA, sebagian masyarakat di Punan...

Pengalaman Di Hulu Punan

Pada 08 Agustus 2016 sekitar pukul 12.00 wita, saya bersama Bapak TG dan adu NI beserta ketiga cucunya (LEL, ALE dan EVA) mudik ke hulu1. Selain kami berlima, beberapa barang bawaan seperti beras, tempayan, ayam peliharaan, bensin, serta tas pakaian turut memenuhi...

Alah Bisa Karna Biasa

Menjadi sebuah kebahagiaan bagi saya ketika bisa mengajak dan mengumpulkan para perempuan di kampung Dulau. Karena sesungguhnya ini bukan pekerjaan mudah, butuh waktu, tenaga dan kesabaran untuk melakukannya. Apalagi yang hendak dikumpulkan adalah para perempuan...

Page 1 of 212