Penulis : Maggie Ellinger-Locke

Rangkuman :
Selama ini perempuan terlibat lebih banyak dalam kegiatan reproduksi sosial dibanding laki-laki. Tidak mengherankan jika perempuan memproduksi makanan hingga 60-80 persen di bumi bagian selatan bahkan setengah dari produksi makanan di dunia. Tetapi, meskipun kontribusinya besar dalam proses pemenuhan pangan ia justru mengakses sumber daya paling sedikit dibanding laki-laki seperti tanah, kredit hingga jaminan dari lembaga pemberi bantuan. Pembatasan akses terhadap perempuan tak hanya mencakup di sector pertanian, namun hampir di semua bidang. Di bidang pendidikan misalnya, jumlah buta huruf didominasi oleh perempuan hampir dua per tiga dunia yang menandakan bahwa akses terhadap pendidikan sangat minim. Target pembangunan selama ini mengesapingkan potensi dan peran perempuan, padahal justru menjadi kunci sebuah kemajuan. Di Kenya, sebuah simulasi menunjukkan bahwa jika semua perempuan mengenyam pendidikan sekolah dasar, maka mereka dapat meningkatkan hasil panen hingga 25%, sehingga semakin banyak perempuan berpendidikan maka akan mengurangi potensi kelaparan dan kurang gizi yang dialami oleh banyak penduduk di belahan bumi selatan.
Sumber

Comments

comments