Hai kawan-kawan? Bagaimana kabar kalian? Mohon maaf, kami terlambat menyelesaikan Surat Malabar ini, karena ada sejumlah urusan lain.

Surat ini ditulis dengan rasa ingin tahu lebih dalam tentang kamu dan kampungmu. Kami jadi ingat pertanyaan Reni, dalam perbincangan beberapa kali dengannya, “Kak, aku ndak tahu krisis di kampungku apa?” Krisis dalam benaknya waktu itu mungkin dibayangkan seperti situasi kering, penuh racun dan orang merana di mana-mana. Suatu situasi perubahan yang drastis.

Pada kesempatan sekarang ini, kami ingin sampaikan pentingnya mendapatkan pandangan mengenai situasi krisis, kami pun terpikir untuk menjelaskan kembali apa pentingnya bertemu mereka yang paling lemah? Baca Selengkapnya…

Minta Akses

 

Comments

comments

Comments

comments