Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021

Bertemu, berbagi kabar dan berpikir bersama tentang pengalaman tubuh hingga tanah air  merupakan salah satu kebutuhan berkolektif. Akhir Maret, tak semua kolektif bisa bertemu, kami hanya berenam kali ini. Itupun terpisah dengan beragam jarak kota, pulau dan benua. Maret ini bulan penting, momentum perayaan hari perempuan atau biasa kita kenal ‘women march’. Ini bulan berbagi dan mempercakapkan pengalaman dan pikiran-pikiran perempuan. Beberapa anggota kolektif diundang untuk membagi pemikirannya dan semangat ekofeminis tanah air, memadukan feminisme dengan keadilan lingkungan. Bagi kebanyakan anggota kolektif, ekofeminis menjadi pisau analisis yang penting untuk melihat bagaimana ketidakdilan terhadap perempuan oleh sistem patriarki bergandengan dengan perusakan lingkungan dalam sistem ekonomi kapitalis. Menganalisis kebijakan  baru Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan limbah batu bara sebagai dari daftar limbah beracun berbahaya (B3) menggunakan ekofeminis akan terlihat terang benderang bagaimana kelindan oligarki,

Pelatihan Keamanan Digital Bagi Perempuan Aktivis Lingkungan

Di era digital, media sosial menjadi ruang yang paling intens untuk sarana berkomunikasi masyarakat termasuk oleh aktivis lingkungan. Jargon “media sosial dapat mendekatkan jarak yang jauh” menjadi relevan. Namun media sosial juga memiliki kelemahan, seperti potensi peretasan data yang berujung pada penyebarluasan informasi pribadi kepada pihak tertentu bahkan ke publik luas, kriminalisasi, korban penipuan dan lainnya. Peretasan ini bisa terjadi pada siapapun, diantaranya oleh Ravio Patra dan Denny Siregar.

Pada 22 April 2020, Ravio Patra ditangkap atas tuduhan provokasi kekerasan dan penjarahan nasional pada 30 April 2020 melalui pesan whatsapp. Dalam kasus Denny Siregar, ia mengalami doxing atau penyebarluasan informasi pribadi tanpa persetujuannya yang dilakukan akun twitter @opposite6891 pada 5 Juli 2020. Keduanya sangat vokal di sosial media menyampaikan kritik terhadap situasi sosial dan politik di Indonesia.

Selamatkan Air, Pulihkan Kehidupan Perempuan

Jakarta, 22 Maret 2021 – Memperingati hari air dunia, TKPT mendukung GAGGA (Global Alliance for Green and Gender Action) bersama perempuan di komunitas akar rumput dari Asia, Afrika dan  Amerika Latin menyerukan  penghentian perusakan sumber-sumber dan badan air serta menuntut pemulihan atas krisis air akibat aktivitas industri ekstraktif khususnya pertambangan dalam kampanye hari air “Kita, Perempuan adalah air”.

Mengapa “Kita, Perempuan adalah Air?” Keterbatasan perempuan dalam mengakses air diperparah dengan kegiatan perusahaan, pemerintah dan pemodal yang terlibat dalam industri esktraktif, melakukan solusi iklim yang salah dan agroindustri. Dalam proyek-proyek tersebut, hak asasi perempuan, komunitas lokal dan masyarakat adat seringkali dilanggar karena lemahnya proses konsultasi, pelibatan dan tidak diakuinya veto rakyat.

Kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” 2021

Pada Hari Perempuan Internasional (8 Maret) lalu, Global Alliance for Green and Gender Action (GAGGA) meluncurkan kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” untuk menyoroti  tuntutan dan aksi perempuan dalam memastikan ketahanan air menghadapi perubahan iklim.

Kami akan memposting satu atau dua cerita setiap hari melalui akun media sosial sampai pada Hari Air Sedunia (22 Maret), fokus pada komunitas yang didukung GAGGA di Afrika, Asia dan Amerika Latin yang mengalami kelangkaan air karena perubahan iklim. Meskipun cerita-cerita ini adalah contoh kecil, tapi mereka merefleksikan realitas yang terjadi di banyak komunitas di seluruh dunia.

Temu Perempuan Pejuang Tanah-Air:
Mencari Siasat dan Berjejaring untuk Self Care, Melawan dan Memulihkan Ruang Hidup di Sumatera

Pandemi Covid-19 di Indonesia mulai diumumkan pada 2 Maret 2020 dan telah ditetapkan sebagai bencana nasional non-alam melalui Kepres 12/2020 pada 13 April 2020. Penyebaran virus ini menjadi titik berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah demi mengurangi laju penyebaran virus. Pandemic Covid-19 juga menyebabkan berbagai krisis baru dan memperparah krisis-krisis sebelumnya. Terutama di wilayah yang menjadi pusat industri dan ekstrativisme sumber daya alam seperti pertambangan yang sebelumnya telah kehilangan penyokong kehidupan seperti tanah, air dan udara bersih.

 

Terkini

Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021

Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”

read more

Sebuah Minifesto untuk Tak-Mendisiplinkan Politik Ekologi

Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini. Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas daripada membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”

read more

Jejaring Belajar

Beasiswa Studi Agrari dan Perempuan

Ruang Baca Puan

Pandu Tanah Air

Pustaka Protonema

Kutipan

Rangkuman

Anotasi

Gallery

Beasiswa Studi Agraria dan Perempuan

RubaPUAN 2020

Sekolah Literasi Ekofeminis 2021

Kutipan Protonema